Rabu, 25 April 2012
Patah Hati Anak SD
Pada suatu ketika ( awalan wajib ) hiduplah seorang anak laki - laki yang tampan dan pintar, sebut saja Narwan.
Narwan bersekolah di SD XXX, dia sekarang duduk di kelas 3 , karena pintar dia selalu menjadi juara kelas.
Narwan mempunyai seorang teman sekelas yang sangat cantik, sebut saja Nanna.
Seiring berjalannya waktu, Narwanpun jatuh hati kepada Nanna.
Narwan berusaha mendekati Nanna dan ternyata Nannapun merespon dengan baik.
Setelah berjalan beberapa waktu, Narwanpun ingin mengutarakan isi hati kepada sang pujaan hati.
Berkecamuklah perasaan dalam hati Narwan antara berani dan takut. Narwanpun bimbang, akhirnya iapun memberanikan diri bertanya kepada pak gurunya.
Narwan : Pak, apakah kita harus mencintai ibu kita?
Pak Guru : ( dengan menggebu-gebu ) iya, of course, tentu saja kita harus mencintai ibu kita.
Narwan : apakah kita juga harus mencintai sesama manusia.
Pak Guru : (dengan lantang) iya tentu saja.
Narwan : jadi tidak salah jika kita mengungkapkan perasaan cinta kita?
Pak Guru : (penuh keyakinan) tentu tidak. Pak guru contohkan, pada hari Ibu kita bisa memberi puisi kepada ibu kita sehingga dia merasa bahagia.
Narwan : terima kasih pak.
Akhirnya keberanian Narwan tumbuh, dia pergi menemui Nanna.
Narwan : Nnannnnna....
Nanna : iiiyaa....
Narwan : aku ingin bilang sesuatu nih....
Nanna : apaaa....
Narwan : Nanna, kamu mungkin bukan perempuan yg paling baik buat aku.
Kamu mungkin bukan perempuan yg paling cantik buat aku.
Tapi kamulah satu - satunya perempuan yg berhasil meluluhkan hatiku.
Nanna : owgh, co ciitt....
Narwan : mau gak bila sudah besar nanti kamu menikah dengan aku.
Nanna : Wan, maafin Nanna ya.
Sebenarnya Nanna juga suka sama Narwan tapi di keluargaku, kami hanya menikah dengan kerabat saja.
Contohnya kakekku menikah dengan nenekku, bibiku menikah dengan pamanku, bahkan ayahku menikah dengan ibuku sedangkan kamu dan aku kan bukan kerabat jadi tidak mungkin kita menikah.
Narwan : T_T hikz...hikz...
Narwanpun menangis sambil berlari pulang, dia sedih dan tidak masuk sekolah.
(setelah beberapa hari ) Pak gurunya pun datang ke rumah Narwan untuk mengecek kondisi Narwan dan menanyakan kenapa tidak masuk sekolah.
Setelah tahu kondisi dan penyebab Narwan tidak masuk sekolah pak gurunyapun tepok jidat dan gelelng - geleng.
Sambil berkata dalam hati " ini yang salah penjelasan dari aku apa Narwan yang terlalu pinter apa Nanna yang telmi."
Setelah beberapa menit, jam, hari, sampai beberapa minggu membujuk, Narwanpun luluh dan kembali bersekolah seperti biasa.
Bersambung....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar