Dalam mengambil suatu keputusan, kita akan dihadapkan dengan beberapa pilihan. Disini kualitas pemimpin bisa menunjukkan dengan berbagai pilihan tersebut mana yang dianggap paling bijaksana, paling tepat dan paling pas untuk dipilih dan direalisasikan.
Ada dua pandangan dalam pencapaian proses mencapai suatu keputusan :
1. Optimasi
Pengambilan keputusan yang didasarkan mempertimbangkan alternatif - alternatif keputusan beserta dampak kemungkinan yang terjadi, baik buruknya yang disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Keputusan dipilih dari alternatif pilihan yang dianggap paling optimal untuk dijalankan.
2. Satisficing
Pengambilan keputusan yang didasarkan kepuasan yang diakibatkan dari pemikiran rasionalitas terbatas. Ketidakmampuan dalam mencerna informasi, keterbatasan waktu, biaya, serta keterbatasan seorang mengambil keputusan yang rasional untuk mengerti dan memahami masalah dan informasi, terutama informasi dan teknologi.
Proses Pengambilan Keputusan ada 5 :
1. Pendekatan yang interdisipliner.Proses pengambilan keputusan tidak bisa dilihat sebagai suatu tindakan tunggal dan tidak sebagai suatu tindakan yang Seragam yang berlaku untuk semua keadaan serta dapat digunakan oleh pengambil keputusan yang berbeda dengan tingkat efektifitas yang sama. Proses pengambilan keputusan terdiri dari berbagai ragam keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman dalam kehidupan berorganisasi.
2. Proses yang sistematis.Suatu proses logis yang melibatkan pengambilan langkah-langkah secara berturut atau sekuensial dengan merinci proses tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (pendekatan atomik). Pendapat lain mengatakan proses pengambilan keputusan menyangkut dengan naluri, daya pikir, dan serangkaian metode intuitif yang keseluruhannya dirangkum yang menjadi suatu kreatifitas (pendekatan holistik)
.3. Proses berdasarkan informasi.Pengambilan keputusan tanpa informasi berarti menghilangkan kesempatan belajar secara adaptif. Seorang manajer harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang Informatika untuk pengambilan keputusan yang efektif serta harus menuntut agar tersedia baginya informasi yang memenuhi persyaratan kemutakhiran, kelengkapan, dapat dipercaya dan disajikan dalam bentuk yang tepat.
4. Memperhitungkan faktor-faktor ketidakpastian.Betapa pun telitinya perkiraan keadaan, dalamnya kajian terhadap berbagai alternatif, tetap tidak ada jaminan bebas dari resiko ketidakpastian. Untuk itu pengambilan keputusan harus dapat Memperhitungkan probabilitas (kemungkinan) keberhasilan atau kekurang-berhasilan pelaksanaan suatu keputusan.
5. Diarahkan pada tindakan nyata.Mengambil suatu tindakan harus dapat ditentukan secara pasti, kapan pemecahan berakhir dan proses pengambilan keputusan dimulai. Masalah dan sasaran sering mempunyai siklus pertumbuhan dan penyusutan, demikian juga faktor-faktor yang mempengaruhi. Hal tersebut harus dikenali secara tepat karena akan sangat mempengaruhi keputusan untuk bertindak atau tidak bertindak.
Semoga saja kita bisa memilih dan menjadi pemimpin yang baik, tepat, dan juga pas.
Amin.