Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2015

Pemimpin

Seorang pemimpin harus bisa mengambil keputusan secara tepat dan tentu saja secara pas. Pemimpin yang baik bisa dilihat dari pengambilan keputusannya, Jika berdampak baik maka keputusannya tersebut tepat tetapi jika berdampak buruk atau negatif maka perlu dipertanyakan lagi kualitas kepemimpinannya tersebut.
Dalam mengambil suatu keputusan, kita akan dihadapkan dengan beberapa pilihan. Disini kualitas pemimpin bisa menunjukkan dengan berbagai pilihan tersebut mana yang dianggap paling bijaksana, paling tepat dan paling pas untuk dipilih dan direalisasikan.

Ada dua pandangan dalam pencapaian proses mencapai suatu keputusan :
1. Optimasi
    Pengambilan keputusan yang didasarkan mempertimbangkan alternatif - alternatif keputusan           beserta dampak kemungkinan yang terjadi, baik buruknya yang disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Keputusan dipilih dari alternatif pilihan yang dianggap paling optimal untuk dijalankan.
2. Satisficing
   Pengambilan keputusan yang didasarkan kepuasan yang diakibatkan dari pemikiran rasionalitas terbatas. Ketidakmampuan dalam mencerna informasi, keterbatasan waktu, biaya, serta keterbatasan seorang mengambil keputusan yang rasional untuk mengerti dan memahami masalah dan informasi, terutama informasi dan teknologi.

 Proses Pengambilan Keputusan ada 5 :

1.    Pendekatan yang interdisipliner.Proses pengambilan keputusan tidak bisa dilihat sebagai suatu tindakan tunggal dan tidak sebagai suatu tindakan yang Seragam yang berlaku untuk semua keadaan serta dapat digunakan oleh pengambil keputusan yang berbeda dengan tingkat efektifitas yang sama. Proses pengambilan keputusan terdiri dari berbagai ragam keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman dalam kehidupan berorganisasi.

2.    Proses yang sistematis.Suatu proses logis yang melibatkan pengambilan langkah-langkah secara berturut atau sekuensial dengan merinci proses tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (pendekatan atomik). Pendapat lain mengatakan proses pengambilan keputusan menyangkut dengan naluri, daya pikir, dan serangkaian metode intuitif yang keseluruhannya dirangkum yang menjadi suatu kreatifitas (pendekatan holistik)

.3.    Proses berdasarkan informasi.Pengambilan keputusan tanpa informasi berarti menghilangkan kesempatan belajar secara adaptif. Seorang manajer harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang Informatika untuk pengambilan keputusan yang efektif serta harus menuntut agar tersedia baginya informasi yang memenuhi persyaratan kemutakhiran, kelengkapan, dapat dipercaya dan disajikan dalam bentuk yang tepat.

4.    Memperhitungkan faktor-faktor ketidakpastian.Betapa pun telitinya perkiraan keadaan, dalamnya kajian terhadap berbagai alternatif, tetap tidak ada jaminan bebas dari resiko ketidakpastian. Untuk itu pengambilan keputusan harus dapat Memperhitungkan probabilitas (kemungkinan) keberhasilan atau kekurang-berhasilan pelaksanaan suatu keputusan.

5.    Diarahkan pada tindakan nyata.Mengambil suatu tindakan harus dapat ditentukan secara pasti, kapan pemecahan berakhir dan proses pengambilan keputusan dimulai. Masalah dan sasaran sering mempunyai siklus pertumbuhan dan penyusutan, demikian juga faktor-faktor yang mempengaruhi. Hal tersebut harus dikenali secara tepat karena akan sangat mempengaruhi keputusan untuk bertindak atau tidak bertindak.

Semoga saja kita bisa memilih dan menjadi pemimpin yang baik, tepat, dan juga pas.
Amin.

Minggu, 06 Januari 2013

Dia, Dia, dan Dia

Kilasan memori yang teruntai

Datang masuk dalam pikiran
Hal - hal masa indah dan buruk

Menjejali pikiran silih berganti

Kenangan tentang dia, dia, dan dia

Orang - orang yang pernah mengisi hati
Suka, duka, dalam kebersamaan

Apakah dia, dia , dan dia juga teringat masa itu

Ataukah dia, dia, dan dia sudah lupa dan melupakan

Dalam masa muda yang penuh gairah hidup dan semangat

Dengan dia, dia, dan dia sebagai secuil kisah

Mengingat masa yang indah bagiku

Lucu, romantis, menyenangkan dan menggairahkan

Jumat, 28 September 2012

Kemampuan Otak

Kemampuan otak setiap orang memang berbeda-beda, seperti saya.
Saya sangat lemah dalam menghapal hal yang berhubungan dengan nama , baik nama orang, nama tempat serta hal yang berhubungan dengan tanggal. Karena itu saya benci pelajaran Pkn, IPS, IPA, Kimia, Fisika, Bahasa Indonesia, statistik, lho semuanya berarti ya. hahahhahahhahahha........

Hal ini juga terjadi dalam kehidupan sehari -hari saya.
Pernah dalam suatu pertemuan saya mengobrol dengan seorang bapak - bapak, di sana dia memperkenalkan nama dan alamat tempat tinggalnya. Eh pada waktu pertemuan selesai saya langsung lupa nama dan alamat orang tersebut.

Apakah ada yang salah dengan otak saya. Setelah saya merenung beberapa hari ini, akhirnya saya menemukan jawabannya. Ternyata otak yang saya miliki tidak mau menyimpan hal - hal yang dianggap hati saya tidak penting atau hal yang tidak disukai oleh hati saya. Kenapa saya bisa berbicara begitu, karena hal tersebut bisa dibuktikan dengan hal - hal yang saya tulis di bawah ini.

Pada waktu saya berkenalan dengan seorang cewek yang cantik. Nama dan alamat orang tersebut langsung tertanam di memori otak, sampai no, hpnyapun bisa terekam. Untuk nama - nama tempat kencan maupun tempat makan yang enak, sekali datang atau diberitahu teman juga langsung nempel ke otak.
Untuk tanggal, tanggal ngedate sampai tanggal ulatah cewek itupun bisa hapal hanya dalam 1 x mendengar, nama orang - orang terdekat dengan cewek itupun bisa hapal meski belum pernah bertemu.

Dari fakta di atas ternyata yang salah bukan otak saya tetapi cara memanage pikiran yang ada di dalam hati saya yang bisa mempengaruhi kemampuan otak.
Jika ada hal - hal yang berkesan dalam hati maka otakpun dapat merekam hal - hal tersebut.
Maka dengan metode menghapal dengan memaksa hati untuk menyukai hal yang ingin kita hapal / kita ingat, memnghubungkan hapalan tersebut dengan sesuatu yang kita suka dan mengkotak - kotakkan atau mengkhususkankan hal tersebut dalam kotak imajinasi di dalam otak maka booooommm semuanya akan masuk dalam memori otak dengan mudahnya.


Kamis, 23 Februari 2012

WORK

Banyak orang yang bekerja hanya cuma bekerja.
Mereka tidak menjiwai ataupun mencintai pekerjaannya, sehingga yang dikerjakannya hanyalah bekerja dengan seadanya saja atau malahan merasa tersiksa dengan pekerjaannya tersebut.
Berbagai alasan yang mendasari, mulai dari keluarga, uang bahkan gengsi.
Apakah mereka tidak merasa lelah dan jemu.
Bukankah kita bisa memilih.
Pilihlah yang terbaik menurut hati.
Just be your best self dan selalu berusaha meningkatkan diri untuk sesuatu yang kita suka dan kuasai karena hal itu lebih mudah untuk jiwa maupun pikiran.


Rabu, 22 Februari 2012

TERLANJUR

Ternyata nasi telah menjadi bubur.
Ada hal - hal yang ternyata tidak bisa dirubah dan sungguh menyedihkan.
Optimis bisa jadi tapi pasrahlah yang mungkin pas untuk hal seperti ini.
Penyesalan yang diimbangi rasa bersalah sambil terus berpikir dan introspeksi supaya tidak mengulangi perbuatan bodoh untuk kedua kalinya.